Yogyakarta – Dalam rangka menyambut Rebo Wekasan, santri Al-Munawwir Komplek L melaksanakan kegiatan sunnah pada malam Rabu, 11 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar para santri untuk meningkatkan kedekatan kepada Allah SWT sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, dan perlindungan dalam menjalani kehidupan.
Rebo wekasan adalah hari rabu terakhir di Bulan Safar yang diisi dengan pembacaan doa dan dzikir, sholat sunah, dan membaca Al-Qur’an. Di lingkungan pesantren, momentum tersebut tidak hanya dimaknai sebagai sebuah tradisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat hubungan spiritual para santri kepada Allah SWT.

Pada malam tersebut, santri seluruh santri melaksanakan sholat sunnah hajat 4 rakaat Li daf’il bala’ dengan setiap satu rakaat sesudah membaca surah Al-Fatihah membaca surah Al-Kautsar 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, dan Al-Mu’awwidzatain (surah Al-Falaq dan surah An-Nas) masing-masing satu kali. Romo K.H. Muhammad Munawwar Ahmad memberikan dawuh bahwa: “Pembacaan surah Al-Kautsar yang dianalogikan dengan telaga Kautsar diharapkan dapat meredam berbagai bala’ yang diberikan Allah SWT.”
Selain itu, pasca sholat sunnah hajat seluruh santri melakukan pembacaan surah Yasin dan membaca ayat “salaamun qaulan min rabbin rahiim” diulang sebanyak 313 kali.
Rangkaian amaliah diikuti oleh para santri Komplek L dengan penuh kesungguhan. Kebersamaan dalam melaksanakan amaliah menjadi gambaran kehidupan pesantren yang senantiasa menanamkan nilai-nilai ibadah, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.
Melalui pelaksanaan Amaliah Rebo Wekasan ini, para santri diharapkan dapat mengambil hikmah untuk senantiasa memperbanyak doa dan amal saleh, serta menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Tradisi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan seorang santri tidak hanya berkaitan dengan menuntut ilmu, tetapi juga membangun kedekatan dengan Allah melalui berbagai bentuk ibadah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Para santri memanjatkan harapan agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta keberkahan bagi keluarga, pesantren, dan masyarakat.